DUA pria yang sedang mengalami guncangan biduk rumah tangga bertindak nekat. Ivan Reza Pahlevi, 32, membunuh buah hatinya. Sebaliknya, Kristanto, 38, memilih gantung diri.
Ivan Reza Pahlevi menghabisi nyawa Kaysa Ivanna Salsabila, 4, putri bungsunya, Sabtu (25/8) malam. Ayah dua anak itu menggunakan celurit untuk melukai leher Kaysa di kamar.
Setelah membunuh putrinya, Ivan mendatangi kamar ibunya, Nurbaeti, 61, dan melaporkan kejadian tersebut. Ivan berencana pergi jauh. Karena itu, ia pamit kepada sang bunda sekaligus melaporkan kejadian tersebut.
Sang ayah, Edi Sugiyadi, 70, yang mendengar pembicaraan tersangka bertindak cepat. Sebelum tersangka kabur, ia lari ke rumah tetangga dan menginformasikan insiden itu.
"Tetangga datang dan mengamankan pelaku, "tutur Kapolsek Ciracas Komisaris Senen kemarin. Sejauh ini, tersangka yang tinggal di Jalan Raya PKP nomor 10 Rt 08/08, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, itu belum bersedia mengungkapkan motifnya membunuh anak kandung sendiri.
Bambang, warga sekitar, menduga ketidakharmonisan biduk rumah tangga Ivan dengan Nur sebagai pemicu. "Ivan dengan istrinya sudah pisah sejak tiga tahun lalu. Ia diduga stres karena mendengar istrinya menikah lagi," ujar Bambang yang tidak menyangka Ivan tega membunuh anak sendiri karena selama ini dikenal sebagai pria supel.
Jarang dikunjungi
Kristanto yang tersandung kasus narkotika ditemukan tewas, Sabtu (25/8) malam, dalam kondisi leher terikat kain seprei di celah jeruji besi kamar mandi sel B nomor 1053 Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang.
Kepala LP Narkotika Cipinang Thurman Hutapea menjelaskan tidak ada kekerasan fisik pada tubuh Kristanto. Posisi korban bersandar di dinding dan salah satu kakinya masih menyentuh lantai. Lidah warga Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, itu menjulur seperti kebanyakan kasus bunuh diri.
Narapidana yang lima bulan lagi akan menghirup udara bebas setelah 28 bulan mendekan itu pernah mengatakan akan pergi jauh. Kristanto kerap menuturkan niatnya itu kepada sesama narapidana setelah jarang dikunjungi sang istri. Sebelumnya, istri Kristanto rutin datang. "Seharusnya hari ini istri dia datang, tapi batal karena sakit. Saat Idul Fitri juga tidak datang besuk. Teman-temannya mengatakan Kristanto stres menyikapi keadaan dirinya, "pungkas Thurman.
Untuk memastikan Kristanto bunuh diri atau dibunuh, kasusnya ditangani Polsek Jatinegara. Penyidik telah membawa jasad Kristanto ke RSCM Jakarta Pusat untuk diautopsi. (GG/J-1)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar